Mentari Sago berupa Berita, Karya Fiksi dan Non Fiksi berupa Artikel, Esai, Cerpen, Puisi dan lain-lainnya

Menulis dan Menginspirasi

Menulislah, dengan itu engkau akan meninggalkan jejak jejak sejarah

Tulisan ketika dibaca dan membawa perubahan padanya, akan bermakna besar akhirnya.

Bermimpilah

Jangan biarkan ucapan orang lain menjatuhkan mimpimu. Bungkam mulut mereka dengan prestasimu.

Pendidikan itu mengubah perilaku

Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan.

You don’t have to be great to start. But you have to start to be great.

Kamu tidak harus hebat untuk memulai. Tapi Anda harus mulai menjadi hebat.

Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi banyak orang

Kebaikan sekecil apapun akan mernakna besar bagi yang merasakannya.

Senin, 31 Agustus 2026

Dendeng Batokok Dago, Kuliner Legendaris Khas Minang di Jalan Juanda Bandung

 Bandung — Bagi pencinta kuliner Padang, nama Dendeng Batokok Dago sudah tidak asing lagi. Restoran ini merupakan tempat makan populer di Bandung yang menyajikan hidangan khas Padang, dengan menu andalan berupa dendeng batokok. Lokasinya berada di Jalan Ir. H. Juanda No. 354, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di kawasan Dago Atas dekat Borma. PergiKuliner



Sesuai namanya, menu utama di sini adalah dendeng batokok, yakni daging sapi yang dipukul-pukul hingga pipih lalu dibakar dan disajikan bersama sambal hijau khas Padang. Sajian ini tidak seperti rumah makan Padang pada umumnya yang menyediakan aneka lauk, melainkan berfokus pada dendeng batokok, iga balado, dan ayam batokok. Selain dendeng batokok, restoran ini juga menyediakan rendang dan gulai ayam sebagai pilihan lain bagi pengunjung. UNIMMA FMTripadvisor

Salah satu daya tarik tempat ini adalah telur dadar tebal dan renyah yang kerap disebut para pengunjung sebagai menu favorit, dipadukan dengan kuah gurih yang cocok untuk berbagai hidangan. Harga makanan di sini berkisar antara Rp25.000 hingga Rp70.000, dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. UNIMMA FM

Restoran ini mulai beroperasi sejak Oktober 2017 dan hingga kini masih ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan. Meski tempatnya tidak terlalu luas, cita rasa autentik masakan Minang yang disajikan berhasil membuat Dendeng Batokok Dago menjadi jujukan wisata kuliner, baik bagi warga Bandung maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dago.

Bagi yang penasaran, tempat ini dapat dijangkau sekitar 20 menit dari pusat Kota Bandung dan menjadi pilihan tepat untuk menikmati cita rasa Padang yang khas di tengah suasana sejuk Dago.

Rabu, 26 Agustus 2026

Melawan Kabut Asap Riau: Pendekatan Fisioterapi Respirasi untuk Menjaga Kualitas Hidup

 

Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menyelimuti wilayah Riau. Berdasarkan pantauan per tanggal 26 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, kualitas udara di Riau menempati peringkat yang sangat mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Pekanbaru bertahan pada kategori Tidak Sehat hingga Berbahaya, dengan indeks kualitas udara (AQI) yang sempat menembus angka ekstrem 412 dalam 24 jam terakhir.

foto by Fauzan Agus Santoso

Sebagai mahasiswa dan agen penggerak kesehatan, HIMA Fisioterapi Universitas Awal Bros terpanggil untuk mengedukasi masyarakat. Paparan asap ini bukan sekadar ketidaknyamanan visual, melainkan ancaman langsung bagi sistem kardiopulmonal kita.

Ancaman Partikel PM2.5 pada Paru-Paru

Partikel dari kabut asap sangat kecil sehingga mampu melewati mekanisme pertahanan alami tubuh di hidung dan tenggorokan.

Ketika partikel ini mengendap di alveolus, tubuh akan memberikan respons inflamasi yang memicu produksi lendir berlebih (hipersekresi mukus) dan penyempitan saluran napas (bronkospasme). Pada populasi rentan, hal ini berisiko memicu asma bronkial, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), dan infeksi saluran pernapasan atas.

Intervensi Fisioterapi Respirasi

Fisioterapi tidak hanya berkaitan dengan otot dan tulang, tetapi memiliki cabang kardiopulmonal yang berfokus pada rehabilitasi pernapasan. Berikut adalah pendekatan yang sangat relevan untuk diterapkan di tengah krisis asap ini:

1. Pembersihan Jalan Napas (Chest Physiotherapy)

Paparan asap memicu penumpukan dahak. Teknik postural drainage yang dikombinasikan dengan percussion (tepukan ringan) dan vibration pada area dada dapat membantu mengencerkan dan memobilisasi dahak agar lebih mudah dikeluarkan lewat batuk efektif.

2. Latihan Pernapasan (Breathing Exercises)

Pursed-Lip Breathing: Bernapas perlahan dengan menarik napas lewat hidung dan membuangnya lewat mulut yang dimoncongkan (seperti meniup lilin). Teknik ini membantu menjaga jalan napas tetap terbuka lebih lama dan mengurangi kerja otot pernapasan yang kelelahan akibat sesak.

Diaphragmatic Breathing: Melatih pernapasan perut untuk mengoptimalkan pengembangan kapasitas paru-paru bagian bawah yang sering kali tidak maksimal saat seseorang sedang sesak atau panik.

3. Mobilisasi Sangkar Thoraks

Latihan gerakan bahu dan lengan yang disinkronkan dengan pernapasan. Gerakan ini bertujuan untuk meregangkan otot-otot bantu pernapasan yang menegang akibat batuk terus-menerus, serta meningkatkan ekspansi rongga dada.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker N95. Apabila mengalami keluhan sesak napas yang disertai penumpukan dahak intens, pendekatan fisioterapi respirasi dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang sangat efektif untuk memulihkan fungsi paru-paru.


ditulis oleh : 
Fauzan Agus Santoso 
Ketua Himpunan Mahasiswa Fisioterapi, Universitas Awal Bros


Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, BEM UAB Serukan Kewaspadaan dan Penegakan Hukum

 PEKANBARU – Menanggapi krisis kualitas udara yang memburuk secara signifikan di Riau, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Awal Bros, Nandara Faza Satyva, mengeluarkan pernyataan tegas menyusul data pemantauan udara per 24 Agustus 2026 yang menetapkan status Kota Pekanbaru dalam kondisi SANGAT TIDAK SEHAT akibat tingginya indeks partikel atmosfer.


Nandara menginstruksikan seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri secara ketat demi mengantisipasi bahaya kesehatan. Warga diimbau keras membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga daya tahan tubuh, serta mewajibkan penggunaan masker saat terpaksa beraktivitas di luar gedung.

​Di sisi lain, BEM mengapresiasi langkah responsif pihak kampus yang bergerak cepat membatasi seluruh kegiatan luar ruangan demi keselamatan Sivitas Academika. Kendati demikian, BEM Universitas Awal Bros menegaskan bahwa pencegahan di tingkat internal saja tidak cukup tanpa adanya penegakan hukum di tingkat akar masalah.

​Oleh karena itu, BEM secara terbuka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak menutupi mata dan segera menindak tegas seluruh pihak maupun korporasi yang bertanggung jawab atas krisis polusi udara ini. BEM UAB berkomitmen akan terus melancarkan desakan hingga hukum ditegakkan secara adil dan masyarakat Riau kembali mendapatkan haknya untuk menghirup udara yang bersih.

Selasa, 11 Agustus 2026

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini: Bukan Perkara Rumit, Asal Tahu Caranya

Catatan Muyati Umar

Menjadi orang tua di zaman sekarang memang terasa lebih "menantang" istilah gaulnya, sedikit rempong. Namun sesungguhnya, kerepotan itu tidak harus menjadi bagian tetap dari keseharian kita. Kuncinya sederhana: biasakan anak melakukan sendiri hal-hal yang sebenarnya sudah mampu ia kerjakan sejak usia dini.



Ada banyak hal kecil yang perlu dikenalkan kepada anak sejak awal. Justru hal-hal sepele inilah yang sering luput dari perhatian, padahal di situlah akar dari kerepotan kita sehari-hari. Jangan pernah meremehkan sesuatu yang tampak kecil, sebab bagi anak, itu adalah bentuk ekspresi mereka dalam menjalani aktivitas dan mengenal dunianya.

Tak jarang orang tua merasa kesal ketika si kecil enggan bermain bersama teman sebayanya tanpa didampingi. Padahal, kemandirian adalah keterampilan yang perlu dilatih sejak dini — dimulai dari hal-hal kecil dan kebutuhan pribadinya sendiri.

Di era serba cepat ini, banyak orang berharap segalanya bisa instan. Namun kemandirian tidak bekerja seperti itu. Memang bisa saja dipaksakan, tetapi hasilnya tak akan maksimal. Sebab pada hakikatnya, sesuatu yang "dimatangkan" sebelum waktunya justru akan menimbulkan masalah baru, bukan solusi.

Secara harfiah, mandiri berarti mampu memenuhi kebutuhan sendiri dengan seminimal mungkin bergantung pada orang lain. Anak yang mandiri akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya, tumbuh dengan percaya diri, dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik.

Para ahli dan psikolog banyak yang sepakat: kemandirian bisa  dan sebaiknya  dilatih sejak kecil. Namun untuk mewujudkannya, orang tua perlu memahami terlebih dahulu apa yang sesungguhnya dibutuhkan dan diinginkan anak, lalu memberikan pembiasaan secara konsisten.

Mandiri dan berani adalah dua karakter yang idealnya dimiliki setiap orang, tak terkecuali anak-anak. Lantas, bagaimana cara mendidik anak agar tumbuh mandiri sekaligus percaya diri untuk melakukan segala sesuatu sendiri? Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.

1. Kenalkan Anak dengan Dunia Luar

Kepribadian dan kebiasaan seseorang mulai terbentuk sejak usia dini. Karena itu, bangunlah rasa percaya diri anak sedini mungkin, jangan biarkan rasa takut terus membayangi dirinya hingga dewasa kelak.

Jika anak sering merasa malu, takut, atau enggan berbaur dengan orang-orang di sekitarnya, cobalah lebih sering mengajaknya bertemu orang baru. Di awal, mungkin ia akan merasa canggung dan tidak nyaman,  itu wajar.

Mulailah dari lingkup kecil, lalu perluas secara bertahap. Interaksi yang terbangun perlahan akan membuat anak semakin terbiasa dengan lingkungannya. Ajak ia bermain di taman pada sore hari, tempat biasanya banyak anak-anak seusianya berkumpul.

Cara ini, tanpa disadari, akan membantu anak agar tidak "kaget" saat kelak dihadapkan pada hal-hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.

2. Biarkan Anak Menentukan Pilihannya Sendiri

Keinginan untuk melakukan sesuatu idealnya tumbuh dari dalam diri seseorang. Anak yang mandiri biasanya tidak terlalu bergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan. Sebagai orang tua, kita tidak bisa terlalu memaksakan pilihan tertentu kepada anak, jika dipaksakan, ia justru akan merasa tidak nyaman, bahkan enggan menjalani kewajibannya dengan tulus.

Misalnya, ketika si kecil berkata, "Aku nggak mau masuk les hari ini kalau temanku nggak masuk," itu pertanda ia belum sepenuhnya siap menghadapi kewajibannya tanpa dukungan orang lain. Jangan buru-buru emosi.

Sebagai gantinya, dampingi dan berikan masukan atas pilihan yang akan diambilnya, sebuah cara mendidik anak agar berani menentukan keputusannya sendiri. Jelaskan sisi positif dan negatif dari setiap pilihan, agar ia belajar mempertimbangkan konsekuensinya.

3. Jadilah "Pelindung" bagi Anak

Sebagian anak tampak begitu mudah mencoba hal-hal baru dengan semangat yang membara. Namun tidak sedikit pula anak yang justru memilih mundur karena ragu, malu, atau takut gagal.

Dalam situasi seperti ini, tahan diri untuk tidak membentak anak karena "ketidakberaniannya". Wajar jika anak merasa tidak yakin menghadapi sesuatu yang masih asing baginya, entah itu berkenalan dengan orang baru, mencoba berenang untuk pertama kali, atau sekadar mencoba papan seluncur.

Tugas kita di sini adalah menjadi tempat berlindung yang membuatnya merasa aman. Temani ia hingga keberaniannya perlahan tumbuh. Berikan dukungan dengan kalimat hangat seperti, "Tuh, lihat, seru kan? Kamu beneran nggak mau coba? Ayah temani, ya," atau ungkapan lain yang mampu membangkitkan semangatnya.

4. Hargai Setiap Usahanya

Ketika si kecil mulai menunjukkan keberanian dan kemandirian sedikit demi sedikit, pastikan kita bersama seluruh keluarga  selalu memberikan apresiasi. Bahkan saat ia gagal sekalipun, jangan sampai hal itu memadamkan semangatnya untuk terus berkembang.

Tunjukkan kebahagiaan atas setiap usaha yang telah ia lakukan. Sekecil apa pun itu, apresiasi mampu membangkitkan semangat anak untuk terus maju dan mengembangkan sikap berani serta mandirinya.

Anak yang mandiri cenderung tidak terlalu bergantung pada orang tua dan tidak manja. Ia tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi, mampu berpikir solutif, memiliki tanggung jawab yang baik, dan tidak merepotkan orang di sekitarnya. Anak seperti ini juga jarang merengek dan tidak egois terhadap keinginannya sendiri.

Dari sinilah dapat disimpulkan: kemandirian adalah bekal berharga bagi kehidupan sosial anak di masa depan  dan karena itu, mendidik anak agar mandiri sejak dini menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

 

Puisi Aisyah Shofwah Hamidah "Langit Enggan Disebut Pagi"


aku dengar bumi berucap dengan suara serak

bukan dari kitab-kitab tebal yang diperdebatkan dalam bilik pendingin udara

tapi dari batuk seorang anak yang berulang terbangun menjelang subuh

mencari paru-parunya sendiri di antara kabut yang tak lagi suci

 

Gambar ilustrasi AI

halimun itu pernah kami kenal

dahulu ia turun tipis di atas sungai

membelai pucuk-pucuk rumput

mengantar nelayan pulang dengan doa

yang masih hangat terucap

 

kini ia datang membawa hangus

mengendap di seragam sekolah

terselinap disela jendela

menjadi langit abu-abu yang enggan disebut pagi

anak-anak Riau belajar mengeja kehilangan

sebelum mereka paham merangkai takdir

mengenakan penutup wajah

namun lupa rasa berlari tanpa sesak

 

aku tak sedang murka

“aku hanya letih”

lihat hutan-hutan gambut itu

tubuh tua dikeringkan perlahan

lalu kalian bakar

 

asap merambah ke atas langit

manusia menghitung kerugian angka-angka

tanpa sempat mengira

berapa banyak mimpi anak-anak yang ikut mengabu

 

aku bumi yang tak meminta insan menciumi kakiku

kenanglah aku sebagai rumah

tempat berpijak tanpa takut retak

udaranya dihirup tanpa curiga

menyedihkan bukan ketika api membakar rimba

melainkan manusia terbiasa melihatnya

kabar asap hanya jeda di antara pertunjukan singkat

suara terbatuk menggema tak lagi cukup keras

menggugah nurani orang dewasa

senyap tak ada bisikan

selain patahan-patahan batang

maka di malam kelam ini

 jika kau masih mampu menatap langit

membedakan awan dari asap

tak hanya terucap syukur

ingat bahwa terdapat tanah yang pernah menghitam

ada sungai yang menyimpan pantulan langit kelabu

 

anak-anak yang menulis cita-cita dengan mata pedih dan napas terbatas

kelak mereka bertanya,

"mengapa bumi tak lagi banyak bercerita?"

 

kemarikan telingamu dan dengarkan

di sebalik batuk yang tertahan

dalam hutan gambut menghembuskan bara

bumi masih memanggil nama tak untuk dihukum

bahwa mencintai tanah air tak cukup dengan nyanyian

tapi memastikan anak-anaknya

dapat menghirup takdir tanpa rasa sesak

 

Pekanbaru, Juni 2016

 

Aisyah Shofwah Hamidah
Mahasiswa Universitas Awal Bos 
Fakultas Kesehatan Program Studi Fisioterapi.

Zikir: Healing yang Sesungguhnya

 Penulis Aisyah Shofwah Hamidah (Mahasiswa Universitas Awal Bros) 

Dalam bahasa Arab, dawā' berarti obat. Bagi jiwa yang letih, salah satu obat terbaik adalah mengingat Allah.



Sering kali kita mengira bahwa ketenangan hanya bisa didapat dengan bepergian ke kota lain, berlibur ke luar negeri, atau menikmati berbagai hiburan. Padahal, jika hati masih kosong dari mengingat Allah, perjalanan sejauh apa pun belum tentu mampu menyembuhkan kegelisahan. Terlebih lagi jika perjalanan itu justru menambah beban pikiran karena harus memikirkan biaya atau hal-hal lainnya.

dalam Al-Qur'an pada surah Ar-Ra'd ayat 28 Allah telah mengingatkan, 

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah,  hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Ketika lisan basah dengan zikir, hati perlahan menjadi tenang, lapang, sehat, dan nyaman. Ada kedamaian yang tidak dapat dibeli dengan tiket perjalanan ataupun kemewahan dunia.

Healing yang sesungguhnya adalah ketika jiwa kembali dekat kepada Penciptanya, seperti memperbanyak zikir, memperbaiki salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan menghadiri majelis ilmu. Di sanalah hati benar – benar menemukan tempat pulang.

Lalu mengapa setelah berzikir hati terasa begitu damai? Karena saat kita berzikir, kita sedang menyelaraskan diri dengan seluruh ciptaan Allah. Langit, bumi, pepohonan, gunung, lautan, bahkan seluruh makhluk di alam semesta senantiasa bertasbih kepada-Nya sesuai dengan cara yang Allah kehendaki. Ketika kita ikut mengingat Allah, jiwa kembali kepada fitrahnya.

jika hari ini hati terasa lelah, jangan hanya mencari tempat untuk pergi. Carilah jalan untuk kembali kepada Allah.

Karena ketenangan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah hati dari lalai menjadi selalu mengingat Allah.