Penulis Aisyah Shofwah Hamidah (Mahasiswa Universitas Awal Bros)
Dalam bahasa Arab, dawā'
berarti obat. Bagi jiwa yang letih, salah satu obat terbaik adalah
mengingat Allah.
Sering kali kita mengira bahwa
ketenangan hanya bisa didapat dengan bepergian ke kota lain, berlibur ke luar
negeri, atau menikmati berbagai hiburan. Padahal, jika hati masih kosong dari
mengingat Allah, perjalanan sejauh apa pun belum tentu mampu menyembuhkan
kegelisahan. Terlebih lagi jika perjalanan itu justru menambah beban pikiran
karena harus memikirkan biaya atau hal-hal lainnya.
dalam Al-Qur'an pada surah Ar-Ra'd ayat 28
Allah telah mengingatkan,
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, hanya dengan
mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Ketika lisan basah dengan zikir,
hati perlahan menjadi tenang, lapang, sehat, dan nyaman. Ada kedamaian yang
tidak dapat dibeli dengan tiket perjalanan ataupun kemewahan dunia.
Healing yang sesungguhnya adalah
ketika jiwa kembali dekat kepada Penciptanya, seperti memperbanyak zikir,
memperbaiki salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan menghadiri majelis ilmu. Di
sanalah hati benar – benar menemukan tempat pulang.
Lalu mengapa setelah berzikir
hati terasa begitu damai? Karena saat kita berzikir, kita sedang menyelaraskan
diri dengan seluruh ciptaan Allah. Langit, bumi, pepohonan, gunung, lautan,
bahkan seluruh makhluk di alam semesta senantiasa bertasbih kepada-Nya sesuai
dengan cara yang Allah kehendaki. Ketika kita ikut mengingat Allah, jiwa
kembali kepada fitrahnya.
jika hari ini hati terasa lelah,
jangan hanya mencari tempat untuk pergi. Carilah jalan untuk kembali kepada
Allah.
Karena ketenangan bukan
sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah hati dari lalai menjadi selalu
mengingat Allah.











