Welcome di Mentari Sago, kumpulan artikel pendidikan dan sastra baik berupa cerpen, puisi dan lain-lain

Mentari Sago

Menulislah, dengan itu engkau akan meninggalkan jejak jejak sejarah

Tulisan ketika dibaca dan membawa perubahan padanya, akan bermakna besar akhirnya.

Bermimpilah

Jangan biarkan ucapan orang lain menjatuhkan mimpimu. Bungkam mulut mereka dengan prestasimu.

Pendidikan itu mengubah perilaku

Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan.

You don’t have to be great to start. But you have to start to be great.

Kamu tidak harus hebat untuk memulai. Tapi Anda harus mulai menjadi hebat.

Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi banyak orang

Kebaikan sekecil apapun akan mernakna besar bagi yang merasakannya.

Senin, 27 April 2026

Turnamen Badminton UAB Cup 2 Sukses Digelar, 144 Peserta Ramaikan Persaingan di Pekanbaru



Pekanbaru – Semangat kompetisi mewarnai GOR Axcon Sport selama dua hari penuh pada 25–26 April 2026. Turnamen Badminton UAB Cup 2 yang digagas oleh mahasiswa Universitas Awal Bros (UAB) ini sukses menarik perhatian ratusan pebulu tangkis dari berbagai daerah di Provinsi Riau, seperti Pekanbaru, Rengat, Siak, hingga Rokan Hulu.

Sebanyak 144 peserta yang tergabung dalam 72 pasangan turut ambil bagian dalam ajang ini. Mereka bersaing memperebutkan gelar juara dalam empat kategori pertandingan, yaitu Ganda Putri Umum, Ganda Putri SMA/SMK Sederajat, Ganda Putra Perguruan Tinggi, serta Ganda Putra SMA/SMK Sederajat. Kategori terakhir menjadi yang paling diminati dengan jumlah peserta mencapai 32 pasangan.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Atmosfer pertandingan yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Kesuksesan penyelenggaraan UAB Cup 2 tidak lepas dari kerja keras panitia yang telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari. Mulai dari pembentukan kepanitiaan, penyusunan konsep acara, hingga koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kelancaran turnamen. Technical meeting juga dilaksanakan untuk memastikan seluruh peserta memahami aturan pertandingan.

Selain itu, dukungan dari berbagai sponsor dan mitra turut berperan penting dalam menyukseskan acara ini. Di antaranya Universitas Awal Bros, Acxon Sport, Power Speed, Toko Mas Diamond, Susu Kuy, Kule, PB. Permata Perawang, Vamos Shott Photography, JPREM PEDIA, Hans Sport, BIKOS, dan Ichitan.


Turnamen ini juga menyediakan hadiah uang pembinaan yang menarik bagi para pemenang di setiap kategori. Selain uang tunai, para juara juga mendapatkan trofi dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Pihak Universitas Awal Bros menyambut positif terselenggaranya kegiatan ini. UAB Cup 2 dinilai sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat dan bakat, khususnya di bidang olahraga bulu tangkis, sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta.

Ketua Panitia UAB Cup 2, Khaliso Aprinaldo, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Kami berharap turnamen ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar ke depannya,” ujarnya.

Ke depan, UAB Cup diharapkan mampu menjadi wadah berkelanjutan bagi para atlet muda untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat peran Universitas Awal Bros dalam memajukan olahraga bulu tangkis di Pekanbaru dan Provinsi Riau.

Minggu, 19 April 2026

Puisi Lindasari Siregar "Qiyam Ramadan"


Langit terbelah
Seperti kencana cahaya 
Ramadan turun dari langit 
Bumi terasa penuh embun 
Sejuknya menyentuh sajadah rindu
Terhampar setahun menunggu 



Aku bangkit
Menyambut cahaya nanar karena lama berselimut kelam dengan menyebut nama-Mu 
takbir pertama 
Bergegas aku bangkit bersujud di kaki cintaMu
Air mata taubat menghiba ampunanMu

Dengan Bismillah, kumulai Qiyam ku..
rakaat-rakaat mengalir bagai sungai nur yang tak bertepi
setiap sujud menyerap cahaya Ramadan yang abadi  
Aku jatuh ke hadapan-Mu dalam pelukan tak mau lepas lagi



Riau, 14 Maret 2026

Minggu, 22 Februari 2026

Sebab Hujan, Lahirlah Sebuah Suara Debut _ Puisi Aisyah Shofwah Hamidah dan Kebangkitan Sastra Melayu Riau


Pekanbaru — Dunia sastra Indonesia, khususnya Melayu Riau, menyambut kehadiran sebuah buku puisi yang istimewa: Sebab Hujan, kumpulan puisi perdana karya Aisyah Shofwah Hamidah, seorang penyair kelahiran Pekanbaru, 31 Maret 2007. Diterbitkan pada tahun 2025, buku ini menghadirkan 27 puisi yang lahir dari rentang waktu 2021 hingga 2024 — sebuah peta perjalanan batin seorang perempuan muda yang tak gentar menatap dunia dengan mata puisi.



Tentang Buku Sebab Hujan 

Judul Sebab Hujan bukan sekadar pilihan estetika — ia adalah pernyataan filosofis. Hujan dalam buku ini menjelma menjadi metafora universal: pertemuan yang tak direncanakan, perpisahan yang datang diam-diam, kenangan yang basah dan tak kunjung kering. Melalui 27 puisi yang terbagi dalam berbagai tema, Aisyah membangun sebuah semesta emosi yang kaya dan multidimensi.

Kumpulan ini mencakup lima tema besar yang saling memperkaya: cinta dan kerinduan, alam dan kearifan lokal Melayu Riau, kritik sosial dan kemanusiaan, kebangsaan dan sejarah, serta spiritualitas dan pencarian diri. Keberagaman ini menjadi bukti bahwa Aisyah bukan penyair yang terkurung dalam satu emosi, melainkan seorang pengamat kehidupan yang peka dan berani.

Puisi pembuka "Palung Rindu" mengajak pembaca menyelami kedalaman rasa yang paling jujur. Puisi judul "Sebab Hujan" menangkap paradoks cinta dalam bingkai hujan yang sederhana namun sarat makna. Sementara "Mancokau Pesona Subayang" dan "Kenangan di Rumah Lontiok" mengabadikan kekayaan budaya Melayu Riau dengan kosakata lokal yang otentik — pighau, gotah, calempong, lontiok — yang jarang hadir dalam puisi modern Indonesia.

Kepedulian sosial Aisyah tampil tajam dalam puisi "Di Sebalik Keterbatasan", "Anak-Anak Rempang", dan "Terusir" — tiga puisi yang mengangkat isu kemiskinan dan penggusuran masyarakat Pulau Rempang dengan kepedihan yang puitik namun bertenaga. Di sisi lain, "Cahaya Kasih", "Cinta Kasih", dan "Iqra'" membawa pembaca pada dimensi kerinduan yang transendental, melampaui batas cinta antar manusia.

Tentang Penulis

Aisyah Shofwah Hamidah lahir di Pekanbaru pada 31 Maret 2007. Saat buku ini diterbitkan, ia masih menempuh pendidikan di SMA IT Al-Fityah Pekanbaru, Kelas XII. Meski usianya belia, rekam jejaknya di dunia sastra tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Awal Bros Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Pisioterapi.

Aisyah telah aktif berkontribusi dalam berbagai antologi bersama, di antaranya Antologi Puisi Rempang Tanah Luka dan Antologi Merajut Asa dalam Karya. Ia juga merupakan anggota aktif Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru — salah satu komunitas sastra paling berpengaruh di Indonesia.

Sebab Hujan adalah tonggak pertama yang penting dalam perjalanan kepenyairannya. Dengan buku ini, Aisyah tidak hanya membuktikan bahwa ia bisa menulis puisi — ia membuktikan bahwa ia memiliki suara yang khas: sebuah suara yang lahir dari akar budaya Melayu, dibesarkan oleh kepekaan sosial, dan dinyalakan oleh api pencarian spiritual yang tulus.

Apresiasi Para Sastrawan

"Hujan kata-kata yang begitu romantis dibangun penulis, dia menemukan dirinya dalam diksinya, dia berbakat." (Nafi'ah al-Ma'rab, Penyair dan Novelis)

"Puisi-puisi yang ranum bersahaja, meninggalkan pesan lembut dan menggugah."(Ragdi F. Daye, Penulis)

Sebab Hujan hadir di tengah lanskap sastra Indonesia yang membutuhkan lebih banyak suara dari daerah — suara yang berakar pada tradisi lokal namun berbicara untuk hal-hal yang universal. Kumpulan ini membuktikan bahwa sastra Melayu Riau bukan hanya warisan masa lalu, melainkan juga kekuatan yang hidup dan terus berkembang, diemban oleh generasi muda yang tidak melupakan akarnya.

Bagi dunia pendidikan dan literasi, Sebab Hujan juga menjadi inspirasi bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkarya secara serius. Aisyah adalah bukti nyata bahwa dengan kesungguhan, komunitas yang mendukung, dan kepekaan yang diasah setiap hari, seorang pelajar pun mampu melahirkan karya yang layak berdiri sejajar dengan karya-karya penulis dewasa.

Informasi Buku Judul Sebab Hujan Penulis

Aisyah Shofwah Hamidah Tahun Terbit 2025 

Jumlah Puisi 27 Puisi Genre

Puisi Kontemporer / Sastra Melayu Kontak Penulis

Instagram: @shofwahamidah

Sebab Hujan bukan sekadar buku puisi. Ia adalah undangan — untuk berdiri sejenak di bawah hujan, membiarkan dinginnya menyentuh kulit, dan merasakan bahwa ada sesuatu yang indah dalam hal-hal yang tak bisa kita rencanakan.

Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau salinan ulasan, silakan hubungi:

Aisyah Shofwah Hamidah Instagram: @shofwahamidah | Forum Lingkar Pena Pekanbaru

Rabu, 18 Februari 2026

6 Trik Menjadi Pribadi Unggul di Bulan Ramadhan





Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melakukan transformasi diri. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, bulan suci ini menawarkan kesempatan emas untuk membentuk karakter yang lebih baik dan menjadi pribadi unggul.

1. Bangun Disiplin Melalui Sahur dan Shalat Subuh

Kebiasaan bangun lebih awal untuk sahur secara tidak langsung melatih disiplin waktu. Manfaatkan momentum ini dengan menunaikan shalat Subuh tepat waktu, lalu isi waktu setelah shalat dengan membaca Al-Qur'an atau muraja'ah hafalan. Orang-orang sukses dunia dikenal sebagai early riser, dan Ramadhan melatih kebiasaan ini secara alami.

2. Kelola Waktu dengan Terstruktur

Ramadhan mengajarkan manajemen waktu yang ketat. Buat jadwal harian yang seimbang antara ibadah, pekerjaan atau belajar, dan istirahat. Hindari kebiasaan tidur berlebihan di siang hari yang justru membuat produktivitas menurun. Gunakan metode time-blocking untuk memastikan setiap jam memiliki nilai manfaat.

3. Kendalikan Nafsu dan Emosi

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan perkataan buruk dan perbuatan sia-sia. Latihan menahan diri ini membangun kecerdasan emosional (emotional intelligence) yang menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam kehidupan sosial dan profesional.

4. Perbanyak Membaca dan Belajar

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia. Jadikan ini motivasi untuk memperbanyak membaca, baik Al-Qur'an maupun buku-buku bermanfaat. Minimal satu buku atau satu tema ilmu baru yang dikuasai selama Ramadhan akan menjadi bekal berharga.

5. Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Tradisi buka puasa bersama, berbagi takjil, dan berzakat melatih kepedulian sosial dan memperluas jaringan pertemanan yang positif. Pribadi unggul adalah pribadi yang tidak hanya berkembang sendiri tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

6. Evaluasi Diri Setiap Malam

Sebelum tidur, luangkan 5–10 menit untuk muhasabah (introspeksi). Tanyakan kepada diri sendiri: apa yang sudah baik hari ini dan apa yang harus diperbaiki esok hari? Kebiasaan ini membangun kesadaran diri (self-awareness) yang menjadi fondasi pertumbuhan pribadi.

Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga laboratorium pembentukan karakter terbaik sepanjang tahun. ( Mulyati Umar)

Rabu, 11 Februari 2026

Generasi Z dan Lagu Barat: Pentingnya Literasi dalam Memaknai Lagu

 


Fenomena Gen Z yang gemar mendengarkan lagu-lagu barat kini menjadi pemandangan sehari-hari. Mereka hafal lirik Bruno Mars, Justin Bieber, Joji, One Direction, hingga Beyoncé, bahkan menjadikannya soundtrack di media sosial, WA, Instagram, Fb dan juga Tiktok.. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah mereka benar-benar memahami makna di balik lirik yang dinyanyikan?

Lebih ngenes lagi, beberapa remaja SMA  disuatu sekolah mutar lagu itu. bahkan di bebrapa tempat mahasiswa juga  terlena dengan musik yang indah, namun liriknya menyesatkan? ini sangat berbahaya, karena secara tidak langsung membawanya ke alam bawa sadar mengiring ke hal-hal negatif. Para pelajra dengan asyiknya nongrong dengan temannya sambil menikmati lirik demi lirik lagu yang di dengarnya. 

Kebanyakan generasi muda hanya menikmati musik dari sisi melodi dan beat yang catchy, tanpa menggali lebih dalam pesan yang terkandung dalam lirik. Ambil contoh "No Control" dari One Direction yang secara eksplisit menggambarkan hasrat dan ketidakmampuan mengendalikan diri dalam hubungan romantis. Atau lagu-lagu Joji yang sarat dengan tema kesedihan, kehampaan, dan hubungan toxic. Bruno Mars dengan " Versece On The Floor" " menggunakan metafora seksual yang tersembunyi di balik melodi yang riang. Sementara Beyoncé  dengan Drunk In Love nya juga kerap mengangkat tema pemberdayaan wanita yang terkadang diwarnai perspektif feminisme barat yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai timur.

 Konsumsi Tanpa Sadar sangat Berbahaya

Ketika lagu dikonsumsi tanpa pemahaman, lirik-lirik tertentu bisa tertanam dalam alam bawah sadar dan mempengaruhi pola pikir. Lagu-lagu Justin Bieber di era awalnya seperti "Boyfriend" dan "As Long As You Love Me" menggambarkan hubungan romantis dengan standar yang sangat berbeda dari ajaran agama tentang ta'aruf dan pernikahan. Tanpa disadari, penikmat musik bisa terpapar ideologi atau nilai-nilai yang bertentangan dengan prinsip hidup mereka. Ini seperti makan tanpa mengetahui kandungan makanan—bisa jadi yang masuk justru meracuni pikiran.

Literasi sebagai Benteng

Menumbuhkan literasi adalah kunci utama. Gen Z perlu diajak untuk tidak sekadar mendengar, tetapi juga memahami dan mengkritisi. Literasi bahasa membantu mereka menerjemahkan dan mencerna makna sesungguhnya. Ketika memahami bahwa lagu favorit mereka sebenarnya berbicara tentang hubungan di luar nikah, konsumsi alkohol, atau gaya hidup materialistis, mereka bisa membuat keputusan yang lebih bijak—apakah tetap mendengarkan dengan kesadaran penuh, atau memilih alternatif yang lebih positif.

Aqidah sebagai Pondasi

Di samping literasi, penguatan aqidah menjadi benteng terkuat. Dengan pemahaman agama yang mendalam, seseorang memiliki filter alami untuk menilai baik-buruk sebuah konten. Aqidah yang kokoh membuat seseorang tidak mudah terbawa arus, tetapi tetap kritis dan selektif. Mereka bisa menikmati seni tanpa kehilangan identitas dan prinsip dalam mencari jati diri.  Remaja adalah masa dimana anak menemukan identitas dengan hal hal yang baik.

Musik adalah seni yang indah, namun penikmatannya perlu disertai kesadaran. Apa jenis lagu yang pantas dan layak untuk dinikmati.  Mari ajak generasi muda untuk tidak hanya "play and sing", tetapi juga "understand and reflect"—menjadikan musik sebagai media yang mencerahkan, bukan justru menyesatkan.

So... mari berliterasi dengan cerdas. 

Jumat, 06 Februari 2026

Puisi Bunda Swanti " TANPA SUARA"




Kata kata paling hening

Menggeliat di lamun sunyi

Melihat dari kejauhan

Menyesap dua aroma sekaligus

Rindu dan cemburu


Bukan tidak ingin validasi

Bukan tak mau dimengerti

Memintal rasa dengan diam 

Kecamuk kata-kata tanpa suara

Merekam seluruh resah di bola mata

Disimpan dalam pualam indah, guci aksara


Terangkum seluruh luah pada senyap paling sunyi

Kata tanpa suara

Tanpa tanda baca

Mendiami bilik hening

Metafora tanpa ucapan

Bahkan bisik lirih pun tiada terucap

Hening menabur cemburu 

Pada rindu paling biru


Rokan Hilir, 2 Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026

Puisi Bunda Swanti " KEMBALI"






Kemarin kuketuk pintu rumahmu

Berkali-kali namun

tiada jawaban

Sedang aku membawa setangkai rindu

Meranum wangi puspa warna


Masygul gundah gulana

Mendapati rumah tiada bertuan

Ingin mengadu sejuta lara

Pada siapa? 


Rasa terlalu ganjil

Merajam jiwa meremuk sukma

Pedih tiada kepalang

Berharap sua terputus harap


Berpamit pulang pada pintu

Selarik pesan aku titipkan

"Mataku basah "

Saat rindu meraung di kalbu


Rokan Hilir, 21 Januari 2020


Rabu, 31 Desember 2025

5.137 Mimpi yang Akhirnya Bersemi di Senja Tenayan Raya

 

 

Pekanbaru__Di senja tahun 2025, ketika matahari mulai beranjak meninggalkan cakrawala, lembayung jingga mengiringi sebuah kisah,  momen bersejarah terukir di Lapangan Tenayan Raya. Hari itu bukan sekadar upacara formal dan penuh protokol, melainkan sebuah perayaan kemanusiaan—di mana ribuan mimpi yang nyata dalam dekapan hangat.

Lima ribu seratus tiga puluh tujuh insan. Bukan sekadar angka dalam catatan administrasi negara. Mereka adalah ayah yang selama ini dengan mengendarai motor tua  di pagi buta untuk mengajar anak-anak, ibu yang tetap sabar mendampingi lansia di puskesmas meski gaji belum pasti, pemuda yang memilih mengabdi ketimbang mengejar gemerlap kota—mereka adalah pahlawan sunyi yang selama ini bekerja tanpa pengakuan resmi.

Doc  Agung Nugroho


Pelantikan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Provinsi Riau ini bukan hanya soal mensahkan status kepegawaian. Ini tentang mengembalikan martabat kepada mereka yang telah memberikan waktu, tenaga, dan hatinya untuk Pekanbaru. Ini tentang melihat air mata kebahagiaan mengalir di pipi orang-orang yang selama bertahun-tahun bertanya, "Kapan perjuangan kami diakui?"

Dan jawaban itu datang. Di lapangan yang sama yang mungkin pernah mereka lewati dengan langkah gontai setelah hari kerja yang panjang, kini mereka berdiri dengan kepala tegak. Senyum lega yang terpancar dari wajah ribuan orang itu lebih berharga dari apapun—karena di balik setiap senyuman, ada cerita panjang tentang ketabahan, tentang tidak menyerah, tentang terus percaya bahwa pengabdian yang tulus tak akan sia-sia.

Apresiasi pun mengalir, bukan hanya dalam bentuk status resmi. Hadiah umroh untuk mereka yang paling lama mengabdi—perjalanan spiritual ke Tanah Suci—adalah simbol penghormatan tertinggi. Dan motor sebagai penyemangat, bukan sekadar kendaraan, melainkan wahana untuk melanjutkan perjalanan pengabdian dengan lebih bersemangat.

"Status boleh paruh waktu, tapi semangat pengabdian harus penuh waktu." Kalimat sederhana yang sarat makna dari seorang Walikota yang mampu membakar semangat mereka. Karena sejatinya, pengabdian sejati tak diukur dari berapa jam kita bekerja, melainkan seberapa dalam kita menanamkan hati dalam setiap pekerjaan. Paruh waktu dalam administrasi, namun penuh waktu dalam keikhlasan.

Dan di tengah hiruk-pikuk perayaan, mungkin ada yang diam-diam mengusap mata. Bukan karena sedih, tapi karena terharu. Karena akhirnya, setelah sekian lama, jerih payah mereka diakui. Pengabdian mereka dihargai. Dan nama mereka kini tercatat dalam sejarah—bukan sebagai pegawai paruh waktu, melainkan sebagai pengabdi penuh hati.

Selamat untuk 5.137 jiwa yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemko Pekanbaru. Pengukuhan ini bukan akhir  melainkan awal dari pengabdian yang bermakna, yang penuh dedikasi, integritas dan kejujuran. Mari bersama menyongsong masa depan Pekanbaru yang berbudaya, maju dan sejahtera.

Di akhir saya tulisankan sebuah pesan :

"Pengabdian sejati bukan diukur dari waktu, melainkan dari jejak kebaikan yang tertinggal di setiap langkah.".

 

Jumat, 28 November 2025

Rumah Baca Mentari Sago Peduli Bencana Sumatera

 Bencana alam yang terjadi di Sumatera belakangan ini banyak menelan korban, ribuan warga mengungsi dan ratusan meninggal dunia, masih banyak korban yang belum di temukan, Rumah Baca Mentari Sago hadir membantu para korban, Pendiri Mulyati Umar menyatakan, ini musibah bagi kita semua, sebagai pegerak literasi mari ikut bersama-sama berpartisipasi mengalang bantuan untuk mereka, sekicil apapaun yang kita berikan akan bermakna besar dan berarti bagi mereka., ungkapnya. 


Ø¥ِÙ†َّا Ù„ِÙ„َّٰÙ‡ِ ÙˆَØ¥ِÙ†َّا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ رَاجِعُونَ

 

Bencana melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara

Musibah banjir dan tanah lonsor, menyebabkan ribuan warga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

Mentari Sago Peduli, hadir membantu,

Sekecil apapun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka.

 

Donasi Mentari Sago Peduli melalui rekening :

 

BRI 354401048581536

An. Rumah Baca Mentari Sago

 

Konfirmasi transfer

Mulyati 08127674622

 

#MentariSago #MentariPeduli #bencanaalam


Rabu, 26 November 2025

Puisi Faiz " Imam Ayafii

 IMAM SYAFII


Mukanya bersih bagai cahaya, 

Bersimbab wudhu di pelupuk mata, 

Semua mata tertuju padanya, 

Karena parasnya yang memesona, 


Seribu kitab yang bermakna, 

Di tulis tulus tanpa wacana, 

Karena mengabdikan dirinya, 

Kepada Allah semata, 


Pengajarannya begitu tenang, 

Membuat ummat menjadi senang, 

Pikiran yang berkunang-kunang, 

Hilang sirna tanpa remang,


Karena ia Imam Syafi'i, 

Seorang ulama dan juga dai,

Guru bijak dan baik hati, 

Pencetus madzhab As-Syafii,



Rabu,5,November,2025

Puisi Lentera di Balik Jendela Kelas

Puisi Roby  Ardiansyah

Bukan megah panggung yang kau damba., namun hanya hening diantara meja meja. Tangan mu merangkai aksara, purba menjadi peta, petunjuk jalan masa

Kau titipkan benih benih sunyi, dikepala yang penuh tanya dan ragu.Menyiramnya dengan sabar sabar hati, hingga tunas cita cita mekar dari abu 

Engkaulah pelita di balik jendela kelas,yang cahayanya menembus kelam. Terimakasih, bapak ibu guru, jiwa yang ikhlas, jasamu adalah do'a yang tak pernah terpendam


Pekanbaru,  25 November 2025

Roby  Ardiansyah, siswa SMPIT alfityah  


Selasa, 25 November 2025

Puisi Malam Terakhir

Puisi M. Daffa Hakim



suasana malam itu
pancuran  di tengah taman
dihiasi bunga dan pelita
hawa dingin menyelimuti 
kicauan burung berisik

kita berbincang hangat 
tatapanmu 
menyinari hatiku
suaramu menenangkan
waktu berlalu 
larut malam tlah tiba
kita beranjak dari taman
menuju alunan indah
waktu perpisahan sudah tiba

kita berpeluk mesra
hangat tubuhmu buatku nyaman
air mata  jatuh di pundak 
suasana menjadi sedih
tangismu pecah
ragaku tak kuat
berpisah denganmu

oh kekasihku
ku jalani kehidupan tanpamu
setiap waktuku berdoa
agar kita bersua lagi
semoga langkahmu tetap teguh
walau ku tak di sisimu
doa ku tetap sama sayang
kau kuat, walau tanpaku


Pekanbaru, November 2025

Rabu, 05 November 2025

Lapak Baca Gratis Suatu Upaya Menumbuhkan Minat Baca Anak


C:\Users\hp\Downloads\WhatsApp Image 2025-09-28 at 12.13.57.jpeg

(Dokumentasi Rumah Baca EHJ)


Efry Husin Juani- Budaya literasi merupakan hal yang penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, hingga pada akhirnya nanti akan membentuk bangsa yang unggul dan berkualitas. Melalui kegiatan berliterasi, seseorang telah mempunyai bekal untuk menghadapi tantangan yang ada pada saat ini maupun tantangan yang akan datang di masa depan. Sebab, kegiatan berliterasi juga akan berpengaruh terhadap pola pikir seseorang dalam membaca situasi dan peluang yang ada, sehingga seseorang akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan kedepannya (Zainal Abidin, 2020).

Lapak Baca Gratis adalah salah satu inisiatif yang sangat positif untuk menumbuhkan minat baca, terutama di kalangan anak-anak. Konsep ini terlihat sederhana namun cukup efektif karena menyediakan area atau ruang khusus di suatu tempat, di mana anak-anak dapat membaca buku secara gratis. Lapak Baca Gratis memiliki berbagai tujuan yang sejalan dengan Gerakan Literasi Nasional yang telah diinisiasi pada tahun 2015.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Pedoman Penilaian dan Evaluasi Gerakan Literasi Nasional (2017) menyebutkan bhawa Gerakan Literasi Nasional merupakan sebuah usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan pemahaman, pengetahuan,dan keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 melalui keterlibatan dan partisipasi seluruh warga negara Indonesia. Gerakan Literasi Nasional mengembangkan enam jenis literasi yang dibutuhkan untuk hidup pada abad ke-21. Keenam jenis literasi itu adalah literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi kewargaan. 

Lapak Baca Gratis yang diselenggarakan oleh Rumah EHJ di Desa Sungai Putih telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan minat baca anak-anak di beberapa lokasi, salah satunya adalah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Modern Desa Sungai Putih. MI Modern sendiri memang belum memiliki ruang perpustakaaan khusus karena masih terfokus pada pembangunan gedung sekolah secara bertahap, saat ada kunjungan Lapak Baca Gratis, anak-anak MI Modern sangat antusias untuk memilih berbagai macam buku yang telah disediakan. Ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, Lapak Baca Gratis dapat menjadi alat efektif untuk mempromosikan literasi di kalangan anak-anak.  

Tulisan karya peserta lokakarya Menulsi Artikel yang diselenggarakan Rumah Baca Mentari sago