Welcome di Mentari Sago, kumpulan artikel pendidikan dan sastra baik berupa cerpen, puisi dan lain-lain

Menulislah, dengan itu engkau akan meninggalkan jejak jejak sejarah

Tulisan ketika dibaca dan membawa perubahan padanya, akan bermakna besar akhirnya.

Bermimpilah

Jangan biarkan ucapan orang lain menjatuhkan mimpimu. Bungkam mulut mereka dengan prestasimu.

Pendidikan itu mengubah perilaku

Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan.

You don’t have to be great to start. But you have to start to be great.

Kamu tidak harus hebat untuk memulai. Tapi Anda harus mulai menjadi hebat.

Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi banyak orang

Kebaikan sekecil apapun akan mernakna besar bagi yang merasakannya.

Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Sebab Hujan, Lahirlah Sebuah Suara Debut Puisi Aisyah Shofwah Hamidah dan Kebangkitan Sastra Melayu Riau


Pekanbaru — Dunia sastra Indonesia, khususnya Melayu Riau, menyambut kehadiran sebuah buku puisi yang istimewa: Sebab Hujan, kumpulan puisi perdana karya Aisyah Shofwah Hamidah, seorang penyair kelahiran Pekanbaru, 31 Maret 2007. Diterbitkan pada tahun 2025, buku ini menghadirkan 27 puisi yang lahir dari rentang waktu 2021 hingga 2024 — sebuah peta perjalanan batin seorang perempuan muda yang tak gentar menatap dunia dengan mata puisi.



Tentang Buku Sebab Hujan 

Judul Sebab Hujan bukan sekadar pilihan estetika — ia adalah pernyataan filosofis. Hujan dalam buku ini menjelma menjadi metafora universal: pertemuan yang tak direncanakan, perpisahan yang datang diam-diam, kenangan yang basah dan tak kunjung kering. Melalui 27 puisi yang terbagi dalam berbagai tema, Aisyah membangun sebuah semesta emosi yang kaya dan multidimensi.

Kumpulan ini mencakup lima tema besar yang saling memperkaya: cinta dan kerinduan, alam dan kearifan lokal Melayu Riau, kritik sosial dan kemanusiaan, kebangsaan dan sejarah, serta spiritualitas dan pencarian diri. Keberagaman ini menjadi bukti bahwa Aisyah bukan penyair yang terkurung dalam satu emosi, melainkan seorang pengamat kehidupan yang peka dan berani.

Puisi pembuka "Palung Rindu" mengajak pembaca menyelami kedalaman rasa yang paling jujur. Puisi judul "Sebab Hujan" menangkap paradoks cinta dalam bingkai hujan yang sederhana namun sarat makna. Sementara "Mancokau Pesona Subayang" dan "Kenangan di Rumah Lontiok" mengabadikan kekayaan budaya Melayu Riau dengan kosakata lokal yang otentik — pighau, gotah, calempong, lontiok — yang jarang hadir dalam puisi modern Indonesia.

Kepedulian sosial Aisyah tampil tajam dalam puisi "Di Sebalik Keterbatasan", "Anak-Anak Rempang", dan "Terusir" — tiga puisi yang mengangkat isu kemiskinan dan penggusuran masyarakat Pulau Rempang dengan kepedihan yang puitik namun bertenaga. Di sisi lain, "Cahaya Kasih", "Cinta Kasih", dan "Iqra'" membawa pembaca pada dimensi kerinduan yang transendental, melampaui batas cinta antar manusia.

Tentang Penulis

Aisyah Shofwah Hamidah lahir di Pekanbaru pada 31 Maret 2007. Saat buku ini diterbitkan, ia masih menempuh pendidikan di SMA IT Al-Fityah Pekanbaru, Kelas XII. Meski usianya belia, rekam jejaknya di dunia sastra tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Awal Bros Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Pisioterapi.

Aisyah telah aktif berkontribusi dalam berbagai antologi bersama, di antaranya Antologi Puisi Rempang Tanah Luka dan Antologi Merajut Asa dalam Karya. Ia juga merupakan anggota aktif Forum Lingkar Pena (FLP) Pekanbaru — salah satu komunitas sastra paling berpengaruh di Indonesia.

Sebab Hujan adalah tonggak pertama yang penting dalam perjalanan kepenyairannya. Dengan buku ini, Aisyah tidak hanya membuktikan bahwa ia bisa menulis puisi — ia membuktikan bahwa ia memiliki suara yang khas: sebuah suara yang lahir dari akar budaya Melayu, dibesarkan oleh kepekaan sosial, dan dinyalakan oleh api pencarian spiritual yang tulus.

Apresiasi Para Sastrawan

"Hujan kata-kata yang begitu romantis dibangun penulis, dia menemukan dirinya dalam diksinya, dia berbakat." (Nafi'ah al-Ma'rab, Penyair dan Novelis)

"Puisi-puisi yang ranum bersahaja, meninggalkan pesan lembut dan menggugah."(Ragdi F. Daye, Penulis)

Sebab Hujan hadir di tengah lanskap sastra Indonesia yang membutuhkan lebih banyak suara dari daerah — suara yang berakar pada tradisi lokal namun berbicara untuk hal-hal yang universal. Kumpulan ini membuktikan bahwa sastra Melayu Riau bukan hanya warisan masa lalu, melainkan juga kekuatan yang hidup dan terus berkembang, diemban oleh generasi muda yang tidak melupakan akarnya.

Bagi dunia pendidikan dan literasi, Sebab Hujan juga menjadi inspirasi bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkarya secara serius. Aisyah adalah bukti nyata bahwa dengan kesungguhan, komunitas yang mendukung, dan kepekaan yang diasah setiap hari, seorang pelajar pun mampu melahirkan karya yang layak berdiri sejajar dengan karya-karya penulis dewasa.

Informasi Buku Judul Sebab Hujan Penulis

Aisyah Shofwah Hamidah Tahun Terbit 2025 

Jumlah Puisi 27 Puisi Genre

Puisi Kontemporer / Sastra Melayu Kontak Penulis

Instagram: @shofwahamidah

Sebab Hujan bukan sekadar buku puisi. Ia adalah undangan — untuk berdiri sejenak di bawah hujan, membiarkan dinginnya menyentuh kulit, dan merasakan bahwa ada sesuatu yang indah dalam hal-hal yang tak bisa kita rencanakan.

Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau salinan ulasan, silakan hubungi:

Aisyah Shofwah Hamidah Instagram: @shofwahamidah | Forum Lingkar Pena Pekanbaru