100 Kumpulan Peribahasa Lengkap dengan Artinya


Pengertian Peribahasa

Peribahasa adalah kelompok frasa atau kelompok kata yang susunannya tetap sehingga kelompok tersebut membentuk pengertian tertentu, pepatah, bidal, perbandingan, perumpamaan, prinsip hidup, nasihat maupun aturan sikap yang maknanya yang luas, sedap didengar, mengandung kebenaran, bijak perkataannya.



Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik (1993) menjelaskan peribahasa adalah kalimat atau penggalan kalimat yang bersifat turun menurun, digunakan untuk menguatkan maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran atau pedoman hidup.

Contoh-Contoh Peribahasa

Berikut peribahasa beserta maksudnya adalah  dihimpun dari KBBI

 

1. Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah maksudnya adalah pekerjaan / perbuatan hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama, jangan bertentangan satu dengan yang lain.

2. Adat diisi, lembaga dituang maksudnya adalah adalah melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan.

3. Adat periuk berkerak, Adat lesung berdekak maksudnya adalah adalah jika ingin beroleh keuntungan hendaklah bisa menanggung kesusahan dalam satu pekerjaan

4. Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung maksudnya adalah  adalah segala sesuatu ada tata caranya.

5. Air beriak tanda tak dalam maksudnya adalah  orang yang banyak cakap atau sombong biasanya kurang ilmunya

6. Air besar batu bersibak maksudnya adalah  persaudaraan keluarga menjadi cerai berai apabila terjadi perselisihan.

7. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam maksudnya adalah  tidak enak makan dan minum karena terlalu sedih

8. Air tenang menghanyutkan maksudnya adalah  orang yang diam biasanya banyak pengetahuannya.

9. Akal tak sekali tiba  maksudnya adalah  tak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna;

10. Akal pulas tak patah maksudnya adalah  orang yang pandai tak mudah kalah dalam perbantahan.

11. Alur bertempuh, jalan berturut maksudnya adalah  dilakukan menurut kebiasaan atau yang lazim terjadi.

12. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan maksudnya adalah  selalu sibuk dengan urusan orang lain tanpa memedulikan urusan sendiri.

13. Angan-angan menerawang langit maksudnya adalah  mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi.

14. Angan mengikut tubuh maksudnya adalah  bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan.

15. Angguk bukan, geleng ia maksudnya adalah  lain di mulut lain di hati.

16. Bagai anak ayam kehilangan induk  maksudnya adalah   ribut dan bercerai berai karena kehilangan tumpuan.

17. Bagai dientak  alu luncung maksudnya adalah  dikalahkan oleh orang  bodoh.

18. Bagai pinang dibelah dua maksudnya adalah  sama benar, sangat mirip.

19. Bahasa  menunjukkan bangsa maksudnya adalah  budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang.

20. Belum beranak sudah ditimang maksudnya adalah  bersenang-senang sebelum maksudnya adalah tercapai.

21. Berdiang di abu dingin maksudnya adalah  tidak mendapatkan apa-apa dari tuan, saudara, rumah.

22. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi maksudnya adalah  ilmu yg dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah.

23. Berbilang dari esa, mengaji dari alif maksudnya adalah  mengerjakan sesuatu hendaknya dr permulaan, menurut aturan.

24. Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau maksudnya adalah  segala usaha hendaknya sampai kepada tujuan.

25. Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya maksudnya adalah  jika penghasilan besar pengeluaran pun besar pula.

26. Batu hitam tak bersanding maksudnya adalah  tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya.

27. Buruk muka cermin  dibelah maksudnya adalah  karena aibnya/kesalahannya orang lain dipersalahkan.

28. Condong  yang akan menimpa maksudnya adalah  perbuatan yang mendatangkan celaka.

29. Dalam laut boleh ukur, dalam hati siapa tahu maksudnya adalah  apa yg tersembunyi dl hati seseorang tidak dapat kita ketahui.

30. Dangkal telah keseberangan, dalam telah ajuk maksudnya adalah  telah diketahui benar bagaimana isi hatinya dan perangainya.

31. Ditimbun anai-anai maksudnya adalah  yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan.

32. Di alas bagai memengat maksudnya adalah  kalau berkata hendaknya jangan asal berkata saja.

33. Mencoreng arang di muka maksudnya adalah  mendapat malu besar.

34. Dari semak ke belukar maksudnya adalah  meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapat yang buruk pula.

35. Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit maksudnya adalah  sudah tidak dapat didamaikan lagi.

36. Enau mencari sigai maksudnya adalah  perempuan mencari laki-laki

37. Endap di balik lalang sehelai maksudnya adalah  menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yang mudah diketahui orang.

38. Enggan seribu daya, mau sepatah kata maksudnya adalah  kalau tak suka (tak mau) biasanya banyak jawab dan alasannya.

39. Esa hilang dua terbilang maksudnya adalah  berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai)

40. Gila di abun – abun maksudnya adalah  mengharapkan sesuatu yang mustahil.

41. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama maksudnya adalah  orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk.

42. Galas terdorong kepada Cina maksudnya adalah  sesuatu yang sudah terlanjur, tak dapat dicabut kembali.

43. Gayung bersambut, kata berjawab maksudnya adalah  menangkis serangan orang, menjawab (melayani) perkataan orang

44. Geleng seperti  si patung kenyang maksudnya adalah  berjalan dengan sombong, congkak.

45. Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan maksudnya adalah  tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarga sesudah keadaannya bertambah baik, kaya.

46. Gengam erat membuhul mati maksudnya adalah  memegang perjanjian.

47. Habis pati ampas dibuang maksudnya adalah  sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang, tidak dipedulikan lagi.

48. Hakim kepada beruk maksudnya adalah  minta pengadilan kepada orang yang tamak niscaya akan rugi.

49. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua maksudnya adalah   budi bahasa yg baik tak akan dilupakan orang.

50. Hangat-hangat tahi ayam maksudnya adalah  kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat)

51. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai maksudnya adalah  orang yg hidup hemat akan menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan menjadi pandai.

52. Hidung dicium pipi digigit maksudnya adalah  kasih sayang yang semu, pura-pura saja.

53. Hitam di atas putih maksudnya adalah  dengan tulisan, tidak hanya dengan perkataan saja berkaitan dengan perjanjian.

54. Ijuk tak bersagar maksudnya adalah  seseorang yang tidak punya sanak saudara yang disegani orang.

55. Ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga maksudnya adalah  biarpun tinggal berjauhan, kalau jodoh akan bertemu juga.

56. Ikut hati mati,ikut mata buta maksudnya adalah  jika selalu menuruti nafsu akhirnya akan mendapat celaka.

57. Ilmu padi, makin berisi makin runduk maksudnya adalah  makin banyak pengetahuan makin merendahkan diri.

58. Indah kabar dari rupa maksudnya adalah  biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya.

59. Jadi abu arang maksudnya adalah  sudah usang atau basi.

60. Jadi alas cakap maksudnya adalah  dengan imbalan jasa yang telah dibuat

61. Jika pisau tiada baja, makin dikikir bertambah tumpul maksudnya adalah  anak yang dungu, makin diajar semakin bodoh.

62. Kalah jadi abu, menang jadi arang maksudnya adalah  pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak mana pun.

63. Kalah limau oleh benalu maksudnya adalah  orang yg lama terdesak oleh orang yang baru.

64. Kalah sabung menang sorak maksudnya adalah  biarpun kalah, tetapi masih tinggi juga cakapnya.

65. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga maksudnya adalah  karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat.

66. Kain lama dicampak buang, kain baru pula di cari maksudnya adalah  menceraikan istri tua dan mencari istri muda.

67. Kaki naik kepala turun maksudnya adalah  selalu sibuk bekerja.

68. Kasihan anak tangan-tangankan, kasihan biji tinggal-tinggalkan, sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan maksudnya adalah  yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan.

69. Kecil-kecil anak kalau sudah besar onak maksudnya adalah  anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati.

70. Lain yang diagak lain yang kena maksudnya adalah  yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat.

71. Lempar batu sembunyi tangan maksudnya adalah  melakukan sesuatu kegiatan dsb, tetapi kemudian berdiam diri seolah – olah tiada tahu  menahu.

72. Laki  pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan maksudnya adalah  lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri.

73. Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan maksudnya adalah  bagaimana pun manusia tidak akan luput dari kekhilafan atau kesalahan

74. Layar menimpa tiang maksudnya adalah  kawan menjadi lawan.

75. Mengairi sawah orang maksudnya adalah  menguntung orang lain

76. Memikul di bahu, menjunjung di kepala maksudnya adalah  mengerjakan sesuatu menurut aturan.

77. Tangan mencencang  bahu memikul maksudnya adalah  siapa yang salah harus menanggung hukuman.

78. Mencabik baju di dada maksudnya adalah  menceritakan aib sendiri kepada orang lain.

79. Menegakkan benang basah maksudnya adalah  melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan atau yang sia sia.

80. Menggantang anak ayam maksudnya adalah  mengerjakan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan.

81. Ombak yang kecil jangan diabaikan maksudnya adalah   perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan.

82. Pecah anak buyung, tempayan ada maksudnya adalah  tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri.

83. Pelanduk di dalam cerang rimba maksudnya adalah  kehilangan akal atau gelisah sekali

84. Rusak bangsa oleh laku maksudnya adalah  biarpun orang berbangsa tinggi, tetapi kalau berkelakuan buruk.

85. Sebelum ajal berpantangan mati maksudnya adalah  tidak akan mati sebelum sampai waktunya

86. Segenggam digunungkan, setitik dilautkan maksudnya adalah  sangat dihargai

87. Selama hayat di kandung badan maksudnya adalah  selama masih hidup.

88. Seperti abu di atas tanggul maksudnya adalah  tidak tetap kedudukannya sewaktu-waktu dapat dipecat.

89. Seperti anai-anai bubus (maksudnya adalah  berduyun-duyun atau berkerumun banyak sekali)

90. Seperti cacing kepanasan maksudnya adalah  tidak tenang, selalu gelisah karena susah, malu.

91. Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan maksudnya adalah  sejauh-jauh orang merantau, akhimya kembali ke tempat asalnya atau kampung halaman juga.

92. Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang maksudnya adalah  sungguhpun nampaknya tak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju.

93. Terpegang di abu hangat maksudnya adalah  mendapat atau mencampuri hal yang menyusahkan.

94. Terajar pada banteng pincang maksudnya adalah  tak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

95. Terpijak bara hangat maksudnya adalah  sangat gelisah, tidak dapat tenang.

96. Tak ada gading yang tak retak maksudnya adalah  tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.

97. Usul menunjukkan asal maksudnya adalah  dari kelakuan (tabiat) dapat kita ketahui asalnya

98. Utang emas boleh dibayar, Utang budi dibawa mati maksudnya adalah   budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula.

99. Utang tiap helai bulu maksudnya adalah   utangnya banyak sekali

100. Zaman beralih musim bertukar maksudnya adalah  segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman.

 

Post a Comment

0 Comments